Prinsip Mengomentari dan Dikomentari

✍️ Ditulis :
🔄 Diperbaharui :

A. DIKOMENTARI

Prinsip ketika kita dikomentari atau “dikritik” orang lain.

Bisa kita bagi 2 :

1/ Lihat “Who” nya?

Ini pun terbagi 2 :

  • Orang yang walk the talk di bidang yang dikomentari

Orangnya berarti : pelaku, punya pengalaman dalam, ciccle di big player

Kelebihannya : Realistik.

Kelemahannya : Terbatas. Karena ada “belenggu” dari pengalaman panjangnya.

  • Penonton Tok

Yang bukan pelaku. Cuma nonton. Cuma lihat.

Kelebihannya : pandangannya luas, potensi KREATIFITAS tinggi.

Kelemahan : ga realistik.

Tips :

Kurangi mendengar/membaca komentar dari yang bukan pelaku.

 

2/ Lihat Isinya

Isi bisa dibagi 3 jenis:

  • Kritik + Solusi

Ini langka. Karena itu statusnya “GOLD”. Karena yang mampu (punya kapasitas) memberi kritik dan solusi… ya orang yang sudah pernah melakukan (ada experience yang dalam)

  • Kritik tok

Ini lumayan sering, tapi tidak salah. Terkadang kita bisa mendekteksi “something wrong” dari insting/common sense, dan karena bukan pelaku, jadi ga mampu memberi solusi.

Misalnya:

Orang masak nasi goreng. Kita tahu asin & nasinya terlalu lembek. Kita tahu salahnya, tapi ga tau solusinya.

  • Nyinyiran

Ini untuk diabaikan. Skip aja. Masuk telinga kanan, keluarkan lewat telinga kiri.

 

B. MENGOMENTARI

Kita diajarkan untuk mengomentari sesuatu yang kita pahami.

  • Kita punya pengalaman panjang x lebar x dalam dibidang itu.
  • Kita punya deep knowledge dari networking pelaku

dan prinsip

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Tipe komentar/kritik yang kita lempar…

bisa terbagi 2:

  • Untuk orang yang sudah kita kenal dan dia kenal kita secara dalam

Basis : cinta, kasih, rasa sayang

Kritik/komentar: straigth to the poin.Ga muter-muter. Intinya inti.

  • Untuk teman-teman atau yang lain yang kita ingin berbagi

Basis : rasa ingin berbagi

Kritik/komentar: Bentuknya halus, sopan, santun, sedap didengar.

 

Reminder:

Mengomentari, mengkritik = memberi.

Maka persembahkanlah yang terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *