Ini sebenarnya trik manipulasi otak.
Otak ga bisa membuat keputusan :
- ini MUDAH
- ini SULIT
ga bisa gitu. Karena “mudah”/”sulit” itu kata yang abstrak.
Otak perlu perbandingan (komparasi).
Teori simpel nya begini :
- Untuk bikin TUGAS jadi mudah, bandingkan dengan yang susah.
- Untuk bikin TUGAS jadi berat, bandingkan dengan yang mudah
Contoh case nya begini.
Kita merasa mengangkat galon air ke dispenser itu tidak menyenangkan.
Bagaimana cara membuatnya jadi mudah?
Bandingkan dengan : Masak air tradisional.
- Masukkan air PAM ke teko
- tunggu sampai penuh
- angkat ke kompor gas
- tunggu sampai mendidih
- Tuanggkan ke termos untuk yang panas
- Tunggu hingga agak dingin, tuangkan ke ceret untuk yang langsung minum
—-
Sekarang lebih gampang mana?
cuma angkat galon, klik tombol, dispenser yang panasin, minum tinggal ambil
atau
masak air tradisional?
—-
Case lain : Belajar di sekolah.
Dulu (gak tahu sekarang) di sekolah yang dipelajari kebanyakan hanyalah “jadi burung beo” dari materi yang sudah ada. Problem solving kecil-kecil itupun referensinya kelewat banyak.
bandingkan dengan…
tugas lu harus solve problem untuk manusia tinggal di Mars?
atau
tugas lu solve problem agar Indonesia jadi negara SUPER POWER nomor 1 di dunia tahun 2045….
—-
Tugas di sekolah yang awalnya kita anggap BEBAN BERAT, tiba-tiba terasa GA ADA APA-APA nya, dibandingkan tugas untuk solve problem level dunia itu…