Bayangkan ada 2 orang sedang bekerja di perusahaan masing-masing.
- Budi di PT Kage Bunshin No Jutsu
- Faisal di PT TRI SANNIN LEGENDARIS
Budi dalam bekerja, prinsipnya sederhana :
- kerjakan sesuai deskjob
- tidak terlalu ambisius untuk mengerjar prestasi – naik pangkat
- jadi berkerja seadanya saja… sesuai gaji
—
Faisal dalam bekerja, prinsipnya gila :
- Ambisius mengejar prestasi
- berprinsip jika memberi 50, meskipun di gaji 20, percaya semesta memberi 30 nya lagi
- Kerja penuh semangat juang
—
Suatu hari, terjadi wabah di Desa Konohagakure, karena ada percobaan senjata biologi yang dibuat Orochimaru menyebar ke seluruh dunia ninja.
Perusahaan demi bertahan, harus merontokkan daun-daunnya.
—
Faisal, apapun yang terjadi, dia termasuk batang – bahkan akar, yang sangat sulit digantikan.
Budi, seperti majority karyawan lainnya. Dilepas pun tidak ada rasa sayang talent nya pergi, karena yang modelnya “B-Aja” melimpah di market penjual waktu.
—-
Jadi ini seperti perkataan :
Tidak panas, tidak dingin, cuma suam-suam kuku.. ga jelas gitu.
Kalau mau berusaha, totalitaslah – karena pasti dapat imbalannya.
Kalau mau malas – tidak bergerak – ya sekaligus aja tidak bergerak.
—
Karena jauh lebih merugikan di posisi suam-suam kuku ini.
Kita lihat sisi orang lain melihat suam-suam kuku :
- Berprestasi? tidak
- Diam? juga tidak.
Apa yang mau diambil dari orang seperti itu?
—-
Kalau orang ambisius berprestasi sudah jelas semua orang tahu
—-
Kita lihat sisi orang lain melihat si “diam” :
Dia sudah lama diam, potensi mengamuknya besar bukan? Iya, kemungkinan, seperti gunung berapi. Energi masuk terus dan belum dikeluarkan.
—
Jadi pilihlah, panas atau dingin. Bukan suam-suam kuku.
Mungkin begitu kali ya?