Panas atau dingin – jangan netral

✍️ Ditulis :
🔄 Diperbaharui :

Bayangkan ada 2 orang sedang bekerja di perusahaan masing-masing.

  • Budi di PT Kage Bunshin No Jutsu
  • Faisal di PT TRI SANNIN LEGENDARIS

Budi dalam bekerja, prinsipnya sederhana :

  • kerjakan sesuai deskjob
  • tidak terlalu ambisius untuk mengerjar prestasi – naik pangkat
  • jadi berkerja seadanya saja… sesuai gaji

Faisal dalam bekerja, prinsipnya gila :

  • Ambisius mengejar prestasi
  • berprinsip jika memberi 50, meskipun di gaji 20, percaya semesta memberi 30 nya lagi
  • Kerja penuh semangat juang

Suatu hari, terjadi wabah di Desa Konohagakure, karena ada percobaan senjata biologi yang dibuat Orochimaru menyebar ke seluruh dunia ninja.

Perusahaan demi bertahan, harus merontokkan daun-daunnya.

Faisal, apapun yang terjadi, dia termasuk batang – bahkan akar, yang sangat sulit digantikan.

Budi, seperti majority karyawan lainnya. Dilepas pun tidak ada rasa sayang talent nya pergi, karena yang modelnya “B-Aja” melimpah di market penjual waktu.

—-

Jadi ini seperti perkataan :

Tidak panas, tidak dingin, cuma suam-suam kuku.. ga jelas gitu.

Kalau mau berusaha, totalitaslah – karena pasti dapat imbalannya.

Kalau mau malas – tidak bergerak – ya sekaligus aja tidak bergerak.

Karena jauh lebih merugikan di posisi suam-suam kuku ini.

Kita lihat sisi orang lain melihat suam-suam kuku :

  • Berprestasi? tidak
  • Diam? juga tidak.

Apa yang mau diambil dari orang seperti itu?

—-

Kalau orang ambisius berprestasi sudah jelas semua orang tahu

—-

Kita lihat sisi orang lain melihat si “diam” :

Dia sudah lama diam, potensi mengamuknya besar bukan? Iya, kemungkinan, seperti gunung berapi. Energi masuk terus dan belum dikeluarkan.

Jadi pilihlah, panas atau dingin. Bukan suam-suam kuku.

Mungkin begitu kali ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *